SEJARAH DESA GUNUNGANYAR

Setiap desa pasti memiliki sejarahnya masing-masing, demikian halnya dengan desa Gununganyar. Sejarah awal muasal desa seringkali tertuang dalam dongeng-dongeng yang diwariskan secara turun-temurun dan disampaikan dari mulut-kemulut, sehingga sulit dibuktikan kebenarannya secara fakta.

Gununganyar adalah salah satu desa yang berlokasi di daerah perbukitan kapur sebelah barat yang ikut dalam wilayah kecamatan soko kabupaten tuban. Sama seperti desa Ngrejeng dan Ngarum, tapi untuk saat ini kedua desa tersebut sudah melepaskan diri dari Kecamatan Soko untuk selanjutnya bergabung dengan kecamatan baru yaitu kecamatan Grabagan.

Pada zaman penjajahan VOC Belanda, Gunung adalah nama sebuah dukuh dari desa Nguruhan yang waktu itu sudah mempunyai 22 KK. Kondisi dukuh gunung masih hutan belantara dan penuh dengan binatang monyet, sehingga untuk menuju ke desa Nguruhan para warga harus melewati jalan yang sulit dilalui dan jauh.

Menyikapi masalah tersebut, maka pemerintah Belanda berniat membentuk dukuh Gunung menjadi sebuah desa dengan pertimbangan jumlah penduduk sudah cukup untuk masa itu.  Ternyata niat itu disambut baik oleh warga Gunung dan Nguruan, sehingga berubahlah dukuh Gunung menjadi desa Gunung. Tetapi warga desa yang baru itu merasa kesulitan dengan sarana jalannya, akhirnya pemerintah setempat dibantu oleh warga desa membuat jalan baru dengan tetap sebagian melewati wilayah desa Nguruan. Karena kondisi desa yang masih hutan belantara, maka mereka harus babat alas demi kelancaran pembuatan jalan utama desa. Lagi-lagi mereka harus dihadapkan pada tantangan alam dan kali ini adalah adanya sebuah gunung kecil. Dengan semangat tinggi mereka menggali tengah gunung sehingga terciptalah jalan yang berada ditengah-tengah gunung. Kemudian untuk mengabdikan moment itu maka mereka sepakat untuk menambahkan kata anyar dibelakang kata gunung pada nama desa Gunung. Kata anyar diambil dari “dalan sing anyar” atau bisa juga berarti gunung yang sudah diubah karena kini terdapat sebuah jalan ditengah-tengahnya, sehingga fisik gunung itu berubah baru atau “anyar” dalam bahasa jawa dan tersebutlah nama Desa Gununganyar.

Bahkan sampai saat ini pun, gunung yang dimaksud masih ada dan siapa pun yang datang ke desa Gununganyar pasti akan melewatinya. Gunung itu seperti pintu gerbang alam yang memagari semua warga karena posisinya berada tepat pada jalan yang menanjak (tanjakan pertama) disebelah kiri dan kanan jalan. Belahan gunung kecil yang dulunya adalah sebuah gunung yang utuh yang sudah digali oleh warga desa Gununganyar zaman dulu.

 

Sejarah Pemerintahan Desa :

Pada zaman penjajahan Belanda, Desa Gununganyar masih berbentuk dukuh dari desa Nguruhan. Seiring dengan perkembangan zaman dan populasi penduduk, akhirnya dirubahlah dama dukuh Gunung menjadi sebuah desa yaitu Desa Gununganyar. Desa Gununganyar mempunyai 2 dusun dan beberapa dukuhan, yaitu : 1. Dusun Krajan, yang meliputi : dukuh Randupagir, dukuh Sekelen, dukuh Etane Kali (Gunung kendil), dan dukuh Krajan. 2. Dusun Pungguk, yang meliputi : dukuh Pungguk, dukuh Dukuan, dan dukuh Kintelan.

Tiap dusun dipimpin oleh seorang kepala dusun yaitu Kamituwo yang membawahi RT/RW dan dibantu oleh Bayan, Petengan serta beberapa lembaga desa yang lain seperti : BPD, dan LPMD. Mereka menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing dengan baik dan sebagai imbalannya mereka diberi tunjangan/siltap sesuai kemampuan anggaran pemerintah pusat.

Sejak terbentuk sampai sekarang Desa Gununganyar telah mengalami pergantian kepemimpinan (Lurah/Kepala Desa)  sebagai berikut :

 

Sebelum kemerdekaan :

  • I - Desa Gununganyar dipimpin oleh Kodho
  • II - Desa Gununganyar dipimpin oleh Rowo Ngeso
  • III- Desa Gununganyar dipimpin oleh Kasio
  • VI -Desa Gununganyar dipimpin oleh Noweryo
  • VII -Desa Gununganyar dipimpin oleh Ruju
  • VIII- Desa Gununganyar dipimpin oleh Kasmo
  • IX -Desa Gununganyar dipimpin oleh Suro Wijoyo
  • X - Desa Gununganyar dipimpin oleh Markijan

 

 

 

 

Setelah kemerdekaan :

 

  • Tahun 1947 – 1949, Desa Gununganyar dipimpin oleh Mastur
  • Tahun 1949 – 1951, Desa Gununganyar dipimpin oleh Kayat
  • Tahun 1951 – 1968, Desa Gununganyar dipimpin oleh Rasidin
  • Tahun 1969 – 1970, Desa Gununganyar dipimpin oleh Marijan ( PJ )
  • Tahun 1970 – 1978, Desa Gununganyar dipimpin oleh

Sersan Mayor Sihab

  • Tahun 1978 – 1980, Desa Gununganyar dipimpin oleh Sarkawi ( PJ )
  • Tahun 1980 – 1985, Desa Gununganyar dipimpin oleh

Sersan Mayor Lasemo

  • Tahun 1986 – 1988, Desa Gununganyar dipimpin oleh Sarkawi ( PJ )
  • Tahun 1989 – 1997, Desa Gununganyar dipimpin oleh Sarmadan
  • Tahun 1997 – 1998, Desa Gununganyar dipimpin oleh Alip ( PJ )
  • Tahun 1998 – 2009, Desa Gununganyar dipimpin oleh Suparno
  • Tahun 2009 – 2010, Desa Gununganyar dipimpin oleh Shoheh ( PJ )
  • Tahun 2010 – 2015, Desa Gununganyar dipimpin oleh Ashad
  • Tahun Oktober 2015 – Oktober 2016, Desa Gununganyar dipimpin oleh

PJ. Masykuri, S.Sos (Kasi Pem. Soko)

  • Tahun Nopember 2016 – Desember 2016, Desa Gununganyar dipimpin oleh Pj. Drs. Eko Suhartadi (SekCam. Soko)
  • Tahun 2017–sekarang, Desa Gununganyar dipimpin oleh AKH. RINDUWAN

 

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)